Transformasi dan Adaptasi Kultural Cethil dalam Studi Ekosistem Budaya, Sosial, dan Ekonomi di Desa Paremono

Authors

  • Maulida Masyitoh Universitas Sriwijaya
  • Taufik Agus Purnomo Program Studi Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana
  • Galuh Febri Putra Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana

DOI:

https://doi.org/10.47753/je.v11i1.211

Abstract

Makanan tradisional sering kali menjadi cerminan identitas budaya suatu masyarakat, yang terus beradaptasi dengan perubahan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Studi ini mengeksplorasi transformasi dan adaptasi kultural makanan tradisional cethil di Desa Paremono, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, melalui pendekatan antropologi. Dengan fokus pada ekosistem budaya, sosial, dan ekonomi, penelitian ini menganalisis bagaimana cethil, sebuah jajanan pasar berbahan tepung kanji beradaptasi dan bertransformasi di tengah modernisasi, globalisasi, dan tantangan ekonomi. Metode penelitian melibatkan observasi, wawancara mendalam dengan pelaku produksi, dan studi pustaka. Hasil menunjukkan bahwa transformasi dan adaptasi cethil mencakup perubahan dalam proses produksi, distribusi, dan konsumsi, yang mencerminkan dinamika adaptasi budaya masyarakat Jawa yang masih eksis di tengah-tengah arus globalisasi. Di satu sisi, cethil masih mempertahankan cita rasa asli, tetapi di sisi lain mampu menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi. Namun, tantangan seperti kurangnya generasi penerus dan pengaruh makanan impor mengancam keberlanjutannya. Rekomendasi mencakup penguatan peran stakeholder untuk melestarikan cethil sebagai aset budaya.

Downloads

Published

2026-05-26